Apa itu Digital Marketing Funnel dan Apa Fungsinya?

Bagikan

Seiring bertambahnya pengguna internet di dunia yaitu sebanyak 4.2 Miliar orang per Januari 2021. menyebabkan terjadinya perubahan tren gaya hidup masyarakat dunia. Salah satu perubahan gaya hidup masyarakat dunia adalah bergesernya metode marketing menjadi digital . Fenomena tersebut menyebabkan bisnis harus turut beradaptasi dengan hal tersebut, salah satu caranya adalah dengan menggunakan digital marketing funnel sebagai metode pemasaran masa kini. 

Apa itu digital marketing?

Menurut MailChimp digital marketing merupakan segala bentuk pemasaran yang menggunakan peralatan elektronik. Dalam praktiknya, digital marketing merujuk pada pemasaran yang muncul pada komputer, smartphone, tablet, dan peralatan elektronik lain. Terdapat berbagai macam bentuk digital marketing, seperti iklan video, media sosial, situs web, display ads, optimasi mesin pencari, dan masih banyak lagi. 

Nah, untuk lebih paham mengenai digital marketing saatnya kita bahas mengenai digital marketing funnel dan apa saja fungsinya. Buat Sobat Bizlab yang ingin jadi digital marketer wajib banget tahu digital marketing funnel ya! Yuk, langsung kita bahas seputar digital marketing!

Apa itu digital marketing funnel?

Menurut HubSpot digital marketing funnel adalah suatu proses yang menggambarkan perbedaan tahap konsumen yang tujuan akhirnya adalah pembelian, mulai dari melihat situs web anda, berlangganan pada situs anda, lalu melakukan pembelian. Digital marketing funnel juga menjelaskan langkah-langkah pengguna mulai dari pelanggan potensial hingga menjadi pelanggan. Meskipun ada berbagai jenis marketing funnel, mayoritas meliputi langkah awareness, consideration, purchase dan retention. 

Perbedaan digital marketing lama vs baru

Apakah Sobat Bizlab sudah familiar dengan saluran digital marketing lama? Jika Sobat Bizlab belum familiar dengan saluran digital marketing yang lama, ada baiknya Sobat Bizlab meninjau perbandingan antar keduanya. Melalui cara tersebut, maka anda dan tim akan mampu menyesuaikan strategi pemasaran berdasarkan perilaku konsumen saat ini. 

Digital Marketing Funnel Lama

Salah satu jenis digital marketing funnel lama adalah model AIDA. Dalam model AIDA terdapat 4 tahap konsumen melakukan pembelian. Keempat tahap tersebut adalah :

  1. Awareness 

Secara singkat, tahap awareness atau kesadaran ini merupakan tahap seorang pengguna mengenal atau mengetahui keberadaan brand atau produk Anda. Dalam tahap ini, sebuah bisnis berlomba-lomba untuk dapat mengenalkan keunikan produk sehingga mampu meningkatkan leads.

  1. Interest

Tahap interest merupakan tahap kedua, keadaan jika seorang pengguna merasa tertarik setelah mengetahui atau mengakui brand atau produk anda. Pada tahap ini, pengguna mulai menunjukkan ketertarikannya melalui interaksi, memberi komentar di sosial media, dll. 

  1. Decision

Tahap decision atau tahap seorang pengguna memutuskan untuk melakukan pembelian produk anda atau tidak. Dalam tahap ini, seorang pengguna melakukan berbagai pertimbangan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan pebisnis adalah dengan memberikan keunggulan-keunggulan produk dan menyediakan uji coba produk secara gratis.

  1. Action

Tahap terakhir dalam model AIDA adalah Action atau aksi. Aksi yang dilakukan pengguna tidak terbatas pada pembelian produk saja namun juga aksi untuk berlangganan email, aksi untuk mengunduh, aksi untuk mengikuti sosial media, dll. Tetapi, tujuan akhir sebuah pemasaran adalah sebuah pembelian. 

Digital Marketing Funnel Baru

Terjadinya perubahan pada digital marketing funnel karena saat ini, pengguna memiliki pengalaman berbelanja secara khusus dan non-linier. Melalui berbagai macam sumber informasi seperti, artikel, video YouTube, ulasan sosial media, dan berbagai sumber informasi lainnya, memungkinkan seorang pengguna memiliki pengalaman berbelanja secara khusus.

Jenis-jenis digital marketing funnel

Menurut WebFx terdapat 3 jenis digital marketing funnel paling populer selama tahun 2021. 

1. Hourglass Digital Marketing Funnel

Model digital marketing funnel ini melakukan pendekatan secara terperinci untuk memahami perjalanan seorang pelanggan. Berbeda dengan digital marketing funnel sebelumnya, model Hourglass ini menekankan pada hubungan baik dengan konsumen. Hal tersebut terlihat pada bagian bawah jam pasir.

Tahapan pra-pembelian meliputi :
  • Engagement : 

Dalam tahap ini pengguna mulai menunjukkan interaksi atau ketertarikan pada brand setelah mengetahui sebuah produk tersebut ada. Tahap engagement dapat ditunjukkan melalui komentar dan likes sosial media, interaksi dengan brand saat live chat,dll.

  • Education

Education atau pendidikan merupakan keadaan saat seorang pengguna mengidentifikasi masalah atau keperluan yang ia butuhkan. 

  • Research 

Setelah seorang pengguna melakukan identifikasi masalah, maka langkah selanjutnya adalah mencari tahu solusi dari berbagai kebutuhannya. 

  • Evaluation 

Tahap evaluasi merupakan tahap seorang pengguna melakukan evaluasi pada produk yang telah dikenal, apakah produk atau jasa tersebut mampu memenuhi kebutuhannya atau tidak. 

  • Justification

Pada tahap ini, pengguna melakukan validasi apakah produk atau jasa tersebut benar-benar mampu memenuhi kebutuhannya atau tidak. Dalam tahap ini, sebuah bisnis dapat menyediakan opsi uji coba gratis agar pengguna semakin yakin untuk melakukan pembelian. 

  • Purchase 

Tahap ini merupakan tahap seorang pengguna yang akhirnya menjadi pelanggan setelah melalui berbagai macam pertimbangan. Pengguna melakukan pembelian pada produk. 

Tahap pasca-pembelian meliputi :
  • Adoption 

Tahap ketika seorang pelanggan menggunakan, memakai atau merasakan suatu produk.

  • Retention

Pada tahap ini, seorang pelanggan merasakan kepuasan setelah membeli produk atau jasa yang menyebabkan mereka melakukan pembelian kembali.

  • Expansion

Tahap expansion atau pengembangan jumlah pelanggan, hal ini tentunya dilakukan untuk memperbesar income dan memperkuat brand awareness.

  • Advocacy

Pelanggan akan sampai pada tahap advocacy jika mereka melakukan testimoni dan memberikan rekomendasi kepada orang lain, seperti testimoni dan review produk.

2. Looping digital marketing funnel

Berbeda dengan model hourglass, model ini mengadopsi format yang kurang terstruktur dan hanya menampilkan 6 tahap menjadi pelanggan.

  • Awareness 

Tahap awareness atau kesadaran ini merupakan tahap ketika seorang pengguna mengenal atau mengetahui keberadaan suatu brand atau produk.

  • Consideration 

Pada tahap ini, pengguna mulai mencari solusi atas kebutuhannya, dalam tahap ini sebuah bisnis dapat melakukan iklan agar produknya lebih diketahui pengguna secara luas.

  • Research and Discovery Looping

Tahap ini para pengguna melakukan pertimbangan apakah melakukan pembelian atau tidak, jika tidak maka akan terjadi looping pada tahap awareness

  • Purchase 

Pengguna melakukan pembelian produk atau jasa.

  • Post purchase Experience 

Meningkatkan pengalaman membeli pelanggan dengan memberikan diskon atau hadiah gratis.

  • Loyalty loop

Jika seorang pelanggan merasa puas dan senang atas pelayanan sebuah produk atau jasa, maka pelanggan tersebut akan menjadi pelanggan setia.

3. Micro moment digital marketing

Model pemasaran digital momen mikro mengambil inspirasi dari momen mikro, sebuah konsep yang dikembangkan oleh Google. Melalui metode pemasaran online ini, bisnis Anda berfokus pada motivasi yang mendorong pengguna untuk memasuki tahap funnel marketing.

Fungsi Digital Marketing Funnel

Fungsi dari digital marketing funnel adalah mengetahui bagaimana calon pelanggan mengetahui produk anda dan akhirnya memutus menjadi pelanggan. Ketika seorang digital marketer memahami semua prosesnya, maka dapat mengenali langkah manakah yang sudah optimal dan langkah yang belum optimal. Sehingga, dengan data tersebut Anda dan tim mampu merumuskan strategi baru yang lebih efektif.

Tinggalkan Balasan