Tanya Kami

Sudah Tau? Ini Dia Perbedaan SEO dan SEM

Seiring dengan kemajuan teknologi yang melaju pesat, semakin banyak strategi-strategi baru yang kian bermunculan. Tidak terkecuali strategi baru di bidang marketing. Mungkin sebagian dari Sobat Bizlab sudah tidak asing lagi dengan istilah SEO dan SEM, ya!.

Namun, tahukah kalian pengertian SEO dan SEM itu sendiri? Jika belum tahu, wajib untuk simak penjelasannya berikut ini, ya!

SEO (Search Engine Optimization) adalah sebuah metode agar website kalian dapat tampil pada hasil penelusuran SERP secara gratis dengan memanfaatkan optimalisasi penggunaan keyword di dalam website. Hasil penelusuran jenis ini juga disebut dengan organic search result . Secara garis besar, SEO dapat dibedakkan menjadi SEO on page dan SEO off page.

Dikutip dari MOZ SEO on page mengacu pada konten dan kode HTML dalam sebuah website. Dalam hal ini, istilah yang sering digunakkan adalah on page content SEO dan on page technical SEO (berkaitan dengan kode HTML). Sedangkan untuk SEO off page mengacu pada link dan faktor eksternal lainnya yang berasal dari luar konten maupun website.

SEM (Search Engine Marketing) atau paid search adalah sebuah strategi agar website kalian dapat tampil pada hasil penelusuran search engine secara berbayar dengan memanfaatkan penggunaan kata kunci dan metode bidding dalam beriklan. SEM hanyalah salah satu contoh dari berbagai bentuk iklan di search engine, loh!.

Contohnya saja jika kalian memarketingkan produk  menggunakan Google, selain SEM kalian dapat memilih format lain seperti Youtube Ads, Google Display Network, Gmail Ads, Google Shopping dan lain-lain.

Sumber: Hand photo created by pch.vector – www.freepik.com

Perbedaan SEO dan SEM

Banyak orang menduga, SEO dan SEM itu sama. Padahal faktanya, SEO dan SEM adalah dua hal yang jauh berbeda. Kira-kira apa aja sih perbedaanya? Simak penjelasannya yuk, Sobat Bizlab!

Segi tampilan

Pertama kita akan lihat perbedaan dari segi tampilan. Ini dia segi tampilan pada SEO:

Tampilan SEO

sumber: https://google.com/

Nah sedangkan ini adalah tampilan untuk SEM. Bagaimana cukup beda, kan?

Tampilan SEM

sumber: https://google.com

Seperti yang bisa kalian lihat, jika SEM biasanya terdapat tulisan Ad diatas headline. Sedangkan untuk SEO tidak terdapat tulisan Ad. Hal ini menjadi pembeda paling kentara antara keduanya, loh!

Jadi kalian nggak usah bingung-bingung lagi ya tinggal cari aja tulisan Ad-nya. Simple bukan?

Dikaji dari scalability, targeting dan CAC

Nah, sobat Bizlab tau nggak pentingnya pemilihan channel  yang sesuai untuk  beriklan?

Di dalam dunia digital marketing, pemilihan channel untuk beriklan merupakan momen krusial sebelum menjalankan sebuah iklan. Dengan channel iklan yang sesuai, maka akan semakin mudah untuk kalian dalam mencapai goal yang telah ditargetkan.

Hal ini dikarenakan, channel yang sesuai memungkinan iklan kalian tertuju pada target market yang spesifik. Semakin spesifik target market yang kalian targetkan maka semakin besar pula kesempatan kalian dalam mencapai goal.

Lalu, bagaimana sih caranya menentukan channel yang tepat?

Dalam menentukan channel beriklan yang tepat, kalian harus memperhatikan 3 faktor utama yang meliputi scalability, targeting dan CAC. Scalability (skala) dalam hal ini mengindikasikan seberapa besar jangkauan dari channel yang kalian pilih setelah membayar pada harga tertentu. Semakin tinggi scalability menunjukkan semakin tinggi pula jangkauan channel tersebut.

Pastinya, dengan jangkauan yang tinggi, iklan kalian akan mudah untuk mendarat pada target market yang sesuai. Dalam hal ini, baik SEO dan SEM mempunyai scalability yang tinggi.

Faktor selanjutnya adalah targeting. Targeting perlu dilakukan agar iklan yang kalian jalankan dapat tertuju pada target market yang tepat.

Alhasil, goal dari iklan akan lebih mudah untuk dicapai. Di dalam targeting, terdapat 2 model yang biasa digunakan, yaitu behavior (pull marketing) dan demographic (push marketing). Pada hal ini, baik SEO dan SEM, keduanya tergolong dalam targeting secara behavior (pull marketing).

Faktor yang terakhir adalah CAC (Customer Acquisition Cost). CAC adalah biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan 1 customer baru untuk pertama kalinya.

Contohnya: berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan customer pertama yang sign up ke newsletter, berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan customer pertama yang installed app dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan customer pertama yang membeli produk untuk pertama kalinya.

Berbeda dari 2 faktor sebelumnya, CAC yang rendah justru menandakan bahwa channel tersebut layak untuk digunakan. Dalam kaitannya dengan CAC, baik SEO dan SEM  mempunyai CAC yang saling berkebalikan.

Jika CAC di SEO tergolong tinggi (dalam jangka pendek) dan rendah (dalam jangka panjang), justru CAC di SEM tergolong MID (menengah) dengan catatan akan murah (dalam jangka pendek) namun (dalam jangka panjang) perlu dipertimbangkan mengingat harga untuk melakukan iklan kian hari kian melejit. 

Segi biaya

Sobat Bizlab bisa tebak nggak, murahan SEO atau SEM?

Pada dasarnya, untuk menjalankan SEO tidak perlu membayar seperti layaknya SEM. Namun, dalam kasus tertentu SEO bisa jadi berbayar. Contoh kasus: karena keterbatasan kemampuan kalian dalam membuat website, memaksa kalian untuk membeli jasa website.

Pastinya hal ini mengharuskan kalian untuk mengeluarkan budget lebih.

Dalam kaitannya untuk mendapatkan hasil yang sesuai menggunakan SEO, kalian perlu melakukan berbagai macam optimalisasi baik dari segi off page dan on page. Salah satu optimalisasi yang wajib dilakukan penggiat SEO adalah melakukan optimalisasi trafik web secara organik.

Adapun, cara lengkap untuk optimalisasi web trafik secara organik dapat kalian lihat di link ini

Berbeda dengan SEO yang tidak berbayar, untuk menjalankan iklan melalui SEM dikenal istilah PPC (Pay Per Click). Jadi Sobat Bizlab diharuskan untuk membayar di saat iklan yang kalian jalankan diklik oleh seseorang.

Seperti channel iklan kebanyakan, sebelum melakukannya kalian diharuskan untuk mengatur budget yang sesuai. Sehingga perlu dipastikan kembali iklan yang kalian jalankan sudah dibuat seoptimal mungkin. Hal ini bertujuan agar budget yang kalian keluarkan tidak terbuang sia-sia. 

Segi Hasil

Sebenernya lebih bagus mana sih SEO atau SEM?

Seperti kebanyakan channel organik, untuk dapat melihat hasil dari penggunaan SEO, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Optimalisasi  berkelanjutan akan sangat kalian perlukan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.

Dalam hal ini, kalian bisa mengikuti kelas series bizlab untuk menggali lebih dalam dunia per-SEO-an, loh!

Berbeda dengan SEO, kalian dapat melihat hasil dari penggunaan SEM dalam waktu yang relatif cepat. Dengan hasil yang relatif cepat tersebut, membuat SEM sangat cocok kalian gunakan untuk melakukan testing keyword. Seperti yang diketahui, testing keyword merupakan langkah krusial  yang harus dilakukan baik untuk menjalankan iklan secara SEO ataupun SEM. 

Sebelum kalian memutuskan untuk memilih SEO atau SEM ada baiknya untuk menentukan  goal  yang akan kalian capai terlebih dahulu. Goal akan membantu Sobat Bizlab dalam menentukan strategi iklan yang akan kalian jalankan, loh!.

Dengan strategi yang sesuai, maka semakin mudah untuk Sobat Bizlab dalam  memilih channel iklan baik SEO, SEM atau channel lainnya. Tidak ada channel yang lebih bagus atau lebih jelek kok! Semua tergantung dari goal apa yang akan kalian capai.  Semoga bermanfaat! 🙂

Bizlab adalah marketplace untuk belajar skill profesional yang sedang dibutuhkan di berbagai sektor industri saat ini. Kunjungi situs https://series.bizlab.co.id/ untuk mengikuti konten pendek favorit (micro-content) mengenai up-skill yang akan dikirim via WhatsApp atau Email pribadimu.

Yuk, tunggu apalagi?, Kembangkan kemampuanmu dan klik link nya, ya!

Sumber: 

1. Moz